Plt Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Rotasi AKD Di DPRD, Justru Dapat Kritikan Dari DPP..!!

0
253

Jawa Timur (BK) – Ketua Mahkamah Partai DPP Gerindra Pusat Soroti Kebijakan Kewenangan Plt Ketua DPD Gerindra Jawa Timur(Jatim), Soal Rotasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Jatim.

Pergantian pucuk pimpinan Komisi C DPRD Jatim, Muhammad Fawaid ke Hidayat dari fraksi Partai Gerindra, ternyata didapati adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh petinggi Gerindra di Jatim. Pasalnya, saat ini di DPD Gerindra Jatim sedang dipimpin oleh Plt(Pelaksana Tugas)bukan ketua definitif DPD Gerindra Jatim.

Menurut ketua Mahkamah Partai DPP Gerindra Habiburokhman, Plt ketua DPD Gerindra untuk melakukan rotasi kelengkapan di DPRD bukan tempatnya, atau bukan kewenangannya dalam melakukan rotasi tersebut.

“ Gak Pas lah seorang Plt ketua DPD melakukan rotasi pimpinan kelengkapan dewan. Kalau boleh tak boleh normanya tak sedetail itu mengaturnya”. jelas Habiburokhman saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa 05 Januari 2021.

Diungkapkan oleh pria yang juga anggota Komisi III DPR RI ini, Plt ketua DPD hanya bertugas untuk urusan administrasi. ” Tak boleh membuat kebijakan strategis sampai ditetapkan sebagai ketua definitif “. jelasnya.

Partai Gerindra lakukan pergeseran kadernya yang ada di AKD. Unsur pimpinan Komisi yang dijabat anggota Fraksi Gerindra, Ketua Komisi C yang sebelumnya ditempati M. Fawaid, diganti oleh anggota Fraksi Gerindra Hidayat, yang sebelumnya sebagai anggota Komisi D DPRD Jatim.

Pergantian ini cukup mengagetkan, mengingat M. Fawaid selama ini sebagai ketua Komisi C dinilai cukup vokal mengkritisi Pemprov Jatim termasuk keberadaan BUMD Jatim. Plt Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad menegaskan, tidak ada unsur like and dislike(Suka atau ketidak sukaan) dalam pergantian ini. Pergantian ini hal biasa sebagai penyegaran yang dilakukan oleh DPD, untuk memaksimalkan kinerja anggota Fraksi Gerindra. Mutasi jabatan yang dilakukan Gerindra disebutnya sebagai bentuk penguatan komisi. Usai tidak menjabat Ketua Komisi C, Fawaid bergeser menjadi Anggota Komisi A yang membidangi pemerintahan.

“ Ini hal biasa dalam perjalanan partai di DPRD Jatim yang kita lakukan. Ini lebih mengefektifkan kinerja anggota partai. Ini sebagai bentuk tour of duty(Tugas bergantian)Para pimpinan dan anggota komisi, merupakan kepanjangan Fraksi dan partai, ini merupakan startegi dalam memberikan penguatan di masing-masing komisi. Keputusan ini telah melalui kajian mendalam dan sudah dikonsultasikan ke DPP “. kilah Anwar Sadad.

Pergantian yang dilakukan tersebut pun cukup cepat. Mengingat masa kerja pimpinan komisi yang baru satu tahun dari satu periode anggota dewan selama lima tahun.(Dikutip dari berbagai sumber).

Oleh: TIM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here