Peluang Bisnis Dari Ide Kreatif Ditengah Perang Lawan Pandemi Corona, Muncul Dari Desa Pasuruan Lamsel

0
234

Lampung Selatan (BK) – Pemerintah Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, membuat alat bilik penyemprotan dengan disinfektan berbahan bahan alami dan mudah didapat.

Bilik penyemprot disinfektan itu, dibuat untuk mengurangi risiko penyebaran virus Corona atau COVID-19 di wilayah tersebut.

Pemuda setempat, Sugeng Haryono mengatakan, ide pembuatan bilik disinfektan itu berawal dari melihat para pekerja yang tidak dapat melakukan work from home. Jika bilik tersebut dipasang di berbagai tempat umum, maka akan banyak mengurangi potensi penularan virus Corona.

“Jadi ketika orang masuk ke tempat-tempat umum terlebih dahulu masuk ke bilik ini dan disemprot disinfektan ke seluruh tubuh, sehingga harapannya virus bisa mati,” kata sugeng , Rabu(01/04/2020).

Untuk merancang bilik penyemprotan mereka membutuhkan waktu dua hari. Peralatan dan perlengkapannya disebut cukup sederhana dan murah.

Baca Juga  Danrem 043/Gatam Kunker, Pulang Kampung Sekaligus Silaturrahmi Ke Lampung Selatan

“Kita bentuk ringan dan bisa bongkar pasang, sehingga mudah dipasang dan diaplikasikan di berbagai tempat,” karena kerangka biliknya dari pipa holo aluminiun  ujarnya.

Sumali, Kepala Desa Pasuruan, mengapresiasi dengan karya pemuda desanya, karena sudah memiliki ide kreatif dan inovatif untuk menciptakan teknologi tepat guna, yaitu disinfectant chamber atau bilik disinfektan.

“Pegawai kami tidak bisa 100 persen menjalankan work from home. Ada yang harus tetap bekerja ke lokasi kerjanya masing-masing, terutama mereka yang bertugas satgas Covid 19 Desa Pasuruan.

Bilik disinfektan disediakan di pintu masuk kantor desa setempat, sehingga seluruh pegawai harus melaluinya sebelum masuk ke area kerja.

Baca Juga  Plt Bupati Lamsel Ingatkan Kades, Agar Alokasi DD Khusus Menangani Covid 19 Tepat Guna Dan Tidak Disalah Gunakan!!

Proses disinfektan di dalam bilik dilakukan dengan sangat mudah. Di dalam bilik sudah disediakan cairan disinfektan tradisional seperti daun sirih dan kipas yang akan menyebarkan cairan tersebut. Selama di dalam tenda disarankan untuk memejamkan mata dan menahan napas.

Setelah itu, pengguna bilik cukup berputar 360 derajat sehingga seluruh tubuh dari kepala hingga kaki terkena cairan disinfektan dan setelah itu dapat keluar dari bilik dan melanjutkan aktifitas. (Iwan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here