Korban Penganiayaan Yang Terjadi Di SMA PGRI Talang Padang Tanggamus MS Tidak Mau Berdamai Meski Telah Di Mediasi Pihak YPLP..!!

0
105

Tanggamus (BK) – Tindakan Oknum Kepala Sekolah SMA PGRI Talang Padang berinisial VH yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap salah seorang guru Honorer berinisial MS yang mengabdi di Sekolah tempat VH memimpin tersebut,  berujung pelaporan ke Polsek Talang Padang, dan telah dilaporkan MS beberapa waktu lalu.

Pelaporan dilakukan lantaran MS merasa tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh VH. Laporan MS tertuang dalam Surat Tanda Bukti Laporan (TBL) Nomor TBL/53/III/2022/Polda Lpg/Res Tgms / Sek Talang Padang tertanggal 30 Maret 2022. Dengan penerima laporan Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) I, Aipda Daryanto.

Sesuai dengan keterangan korban pada TBL yang di terbitkan Polsek Talang Padang, MS mengatakan, pemukulan pada dirinya terjadi di ruang Tata Usaha (TU) SMA PGRI Talang Padang, pada Rabu (30/3/2022) sekitar pukul 10.00 WIB. Untuk itu, laporan korban ke Polsek Talang Padang terhadap VH disangkakan telah melanggar Pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan.

Sementara itu, terkait dengan hal pelaporan dirinya, VH yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA PGRI Talang Padang saat dikonfirmasi Jum’at kemarin, (01/4/2022) jujur mengakui, jika Dirinya dengan MS, memang telah terjadi perselisihan ataupun cekcok. Hal itu terjadi bermula dari MS yang meminta Tanda tangan Surat rekomendasi sertifikasi, dimana VH sebagai kepala Sekolah tersebut belum mau menandatanganinya.

“Memang belum saya tanda tangani karena yang mau di tanda tangani itu dari Dapodiknya belum valid, belum valid dari pusatnya, karena Dia (MS,Red) tidak memenuhi 24 jam,”terang VH.

Baca Juga  Diduga Kesal, Oknum Kepala Sekolah SMA PGRI Di Talang Padang Tanggamus Pukul Pelipis Kiri Guru BK Hingga Alami Luka..!!

“Iya, memang betul telah terjadi insiden, namun itukan bisa dibilang klaim menurut versi masing masing berbeda. Kalau dia (Pelapor, Red) luka di muka, namun kalau saya gegar di bagian kepala belakang, jadi saya dua hari yang lalu sudah scan, namun untuk itu saya tidak ada niat untuk pembelaan karena malu, bagai manapun seorang pimpinan dilabrak bawahan, kan logikanya bagaimana..??, untuk itu menurut saya sudahlah, mudah mudahan dengan kejadian ini ada hikmahnya.”ujar VH yang dilaporkan MS ke Mapolsek Talang Padang tersebut.

Setelah terjadi perselisihan, VH mengaku jika Dia langsung ke Rumah Sakit untuk memeriksakan dirinya, lantaran VH mengaku sempat terjatuh pula ketika terjadi keributan dan Jilbabnya tertarik. “Dalam hal ini, saya tidak lapor Polisi dan saya tidak visum, saya jalan ke Rumah Sakit, ke UGD itu untuk kepentingan pribadi saya, untuk memeriksakan akibat terjadi benturan, itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terhadap kesehatan saya,”paparnya.

Sementara itu menanggapi dirinya yang dilaporkan oleh MS ke pihak yang berwajib VH mengatakan, bila Dirinya akan taat Hukum. “Saya akan mengikuti aturanya, kalau memang saya menurut pengadilan penyidik saya salah ya silahkan. Tapi saya tidak akan melapor, kalau memang saya salah saya siap, kalau saya dianggap bermasalah. Akan tetapi kalau saya masih bisa membela diri,  saya bela, dan saya berharap ini masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan kebetulan hari ini masih di upayakan,”terangnya.

Sementara itu mewakili pihak Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Tanggamus, Yarlli saat ditemui diruang SMA PGRI mengatakan, bahwa kedatangan pihaknya adalah ingin menyelesaikan permasalahan yang saat ini terjadi. “Jadi begini sekalian saya menjelaskan, bahwa kami gak mau membahas masalah tapi hanya ingin menyelesaikan masalah, itulah atas kehadiran kami disini ingin menyelesaikan masalah,”pungkasnya.

Baca Juga  Diduga Kesal, Oknum Kepala Sekolah SMA PGRI Di Talang Padang Tanggamus Pukul Pelipis Kiri Guru BK Hingga Alami Luka..!!

Sementara itu, MS saat dihubungi Via WhatsApp mengenai hasil dari mediasi yang dilaksanakan pada Jum’at 1 April 2022 mengatakan bahwa, dalam mediasi yang difasilitasi oleh pihak YPLP belum menemui kesepakatan. “Hasil mediasinya belum menemui kesepakatan, kalau keinginan saya ya beliau diberi sanksi yang sesuai dengan perbuatanya,” tulisnya.

Lantas apa yang diinginkan pihak kepala sekolah dan yayasan menyikapi persoalan ini..? “Ya mereka maunya damai, tapi saya tidak mau,” demikian dikutip dalam pesan Whats App pribadi MS ke Tim Pewarta yang mengkonfirmasinya.

Sementara itu VH saat di hubungi melalui seluler pribadinya terkait hasil dari Mediasi juga mengatakan hal yang sama.
“ Hasil mediasi ternyata tidak sesuai rencana, dimana sebelumnya direncanakan dengan adanya pertemuan hari ini, yang di tengahi oleh pihak YPLP akan ada mediasi perdamaian. Dan saya sudah meminta maaf duluan dengan ihklas dan tulus, ternyata apa yang saya utarakan, pihak yang di sana ternyata belum bisa, jadi dia tetap mau di jalur hukum. Yah ga apa-apa, itukan menyangkut hati tak mungkin kita akan memaksakan kehendak, karena hak itu ada untuk setiap orang.

Oleh: Sapriadi/Tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here