Dugaan Kasus Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur, Berujung Damai

0
122
Foto, Dugaan Kasus Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur, Berujung Damai Keluarga
Foto, Dugaan Kasus Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur, Berujung Damai Keluarga

Lampung Timur-(BK)- Dugaan kasus pelecehan seksual terhadap 2 anak gadis dibawah umur dan pelaku ada 3 orang anak pemuda, kejadian tersebut berujung ada perdamaian secara kekeluargaan, di Desa Totoharjo, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Senin (23/05/22)

Pasalnya diduga pelecehan seksual ada 3 pelaku, mereka berdua masih anak pelajar SMP,  pelaku juga ada sudah lulus sekolah, dan korbannya ada 2 orang anak, umur sekitar 14 tahun, ia juga masih sekolah SMP.

Saat dikonfirmasi awak media kadus desa totoharjo inisial WN, mengatakan kalau pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap korban, pelaku mengakui memegangi dada payu dara korban, saya juga mendapatkan telepon di undang dari pihak keluarga korban yakni NB paman korban, lalu saya kesana bersama orang tua pelaku, karena pelaku nya memang warga saya, ” Ungkapnya dikediaman rumah nya kadus (13/05/22)

Menurut pengakuan pelaku termasuk masih keluarga saya, bahwa pelaku ini melakukan pelecehan seksual ini tidak sendirian, ada 3 orang anak, yaitu 2 orang anak desa totoharjo dan 1 anak desa tanjung kesuma tapi anaknya sudah pergi dari rumah, ” Ujarnya

Sedangkan pelaku ini masih dibawah umur juga, orang nya juga masih saudara saya dan warga saya juga, jadi menurut pengakuan pelaku mereka bertiga melakukan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur dengan melakukan mencium pipi korban, lalu memegang atau meremas-remas dada payu dara korban, “Terangnya.

Pada saat perdamaian itu pihak kedua korban tidak di hadirkan, 2 orang korban anak bawah umur ini, yakni salah satu warga desa totomulyo dan warga taman negeri. Sedangkan kedua belah pihak keluarga pelaku hadir di rumah no bandit, ” Jelasnya.

Sementara itu, korban tidak dihadirkan dan pelakunya sudah hadir, menurut saya itu kalau mau berdamai ya di pertemukan semuanya antara korban beserta keluarganya, pelaku pun beserta keluarganya, jadi waktu itu saya hadir situ saya hanya diam saja, karena tidak ada perangkat desa totomulyo dan taman negeri jadi perdamaian nya itu belum selesai, sempat tertunda, “Pungkasnya kadus.

Ditempat terpisah dari kepala dusun AG (40), mengatakan kalau informasi karena dugaan pelaku memang adalah warga saya, saat ini orang tua pelaku baru pulang dari umroh, memang saya juga belum ketemu orang tua pelaku,” Ucapnya dikonfirmasi awak media dikediaman kadus.

Pelaku seorang anak dibawah umur masih pelajar sekolah dibangku SMP Swasta. Kalau menurut pelaku ya mengakui kesalahannya, ” Ujarnya.

Kalau bicara soal mau berdamai melalui desa atau melibatkan perangkat desa ya monggo untuk rembok pekon, itu ada harus kepala desa dan pihak polsek. Waktu itu memang dari pihak pelaku mengajak berdamai tapi kami tidak dilibatkan, “Jelasnya.

Menurut saya jika berdamai semuanya harus dihadirkan dari pihak pelaku dan korban. Karena kemarin dari pihak keluarga korban yang mewakili yakni NB, menelepon saya memberikan informasi, bahwa ada warga dusun I desa totoharjo yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, “Tuturnya.

Sementara itu, dari pihak keluarga korban panggilannya NB, saat dikonfirmasi oleh awak media melalui via telepon WhatsApp, ia menyampaikan bahwa terkait kejadian pelecehan seksual anak dibawah umur itu kemarin, pada hari minggu (22/05/22) sudah berdamai secara kekeluargaan saling bermaafan antara kedua belah pihak pelaku dan korban, berlangsung di rumahnya keluarga korban, ” Jelasnya NB.

Hingga berita ini di terbitkan pihak pelaku dan korban belum bisa di temui. Dan mau menemui pihak pelaku melalui aparat desa totoharjo sementara belum bisa di temui, dan ada Berita Selanjutnya.

Oleh: TIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here