Tanah Kas Desa Mayangan Gumukmas Jember Jadi Masalah Setelah Kepala Desanya Purna Dan Digantikan Oleh Seorang PJ..!!

0
417

Jember – Jatim (BK). Permasalahan Tanah Kas Desa,(TKD) di Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, Jawa Timur sepertinya tak kunjung berakhir. Mantan Kepala Desa Mayangan, Sulimah, yang baru purna tugas pada akhir tahun lalu, sempat dibuat binggung dengan permasalahan TKD yang dinilainya sangat memberatkan pada pihak penyewa, dikarenakan harga sewa yang dinilai sangat mencekik dan diduga ada permainan yang kurang sehat di dalam tubuh pemerintahan desa, yang saat ini di pimpin oleh Pemangku Jabatan Kepala Desa (PJ) dari pihak kecamatan.

Permasalahan semakin meruncing ketika beberapa waktu lalu ada lelang ulang terbuka atas TKD yang digelar oleh PJ Kades dan di dalam lelang ulang ini, telah dimenangkan oleh seseorang, hanya seorang yang keluar sebagai pemenang.

Seperti telah diketahui bersama, bahkan pernah ditulis juga oleh beberapa media, Sulimah, sebelum masa tugasnya berakhir sebagai Kepala Desa, telah melakukan lelang dengan cara Appraisal dan sudah ada 9 orang yang keluar sebagai pemenang tender atas lahan TKD dengan masing masing rincianya.

Menurut Sulimah, apa yang dilakukan oleh PJ Kades yang baru serta baru beberapa hari saja bertugas di Desa Mayangan, yang dengan tiba tiba telah mengambil tindakan atas TKD dengan cara membuka ulang lelang terbuka. Sebuah hal yang dianggap cacat aturan dan dinilai ngawur oleh mantan Kades Srikandi(Perempuan) tersebut.

karena tidak ada Perdes (Peraturan Desa)yang mendukung sebagai sebuah aturan pada saat lelang terbuka dilakukan.
Dengan adanya polemik itulah beberapa pemenang lelang yang berhak mengelola dari lelang saat Sulimah masih menjabat sebagai Kades, kebingungan dan curhat kepada Sulima serta minta agar Sulima mau membantu meluruskan persoalan sewa TKD sesuai aturan yang sebenarnya.

Baca Juga  Curah Hujan Tinggi Akibatkan Banjir, Warga Karang Rejo Gumuk Mas Jember Minta Normalisasi Sungai Afur..!!

” Kami curhat mas, karena ini penting bagi kami. Kami percaya Bu Sulimah tidak akan membuat warganya menderita karena TKD tersebut sudah jelas aturanya, dikelola oleh kami dengan penunjukan dan kami juga sudah membayar ke rekening desa dengan nilai bervariatif “. ungkap Saipul (40) salah satu pemenang lelang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Busono (42) pemenang lelang yang lain, dirinya juga mengungkapkan kegelisahan atas hak sewa menyewa TKD kepada mantan Kades Mayangan.

” Saya jujur curhat mas, saya keberatan dengan lelang kedua yang telah digelar PJ Kades, karena lelang yang dimenangkan oleh saudara Rohim tersebut akhirnya membuat kami harus manut (Dalam bahasa Jawa artinya Menuruti, red) aturan dia dengan nilai sewa yang di bandrol seenaknya sendiri. Karena kami sudah terlanjur menanam, maka bisa tidak bisa, mau tidak mau, kami harus manut aturan pemenang lelang kedua yang digelar PJ Kades. Untuk itu saya meminta tolong kepada mantan kepala desa untuk memberikan solusi terbaik demi masa depan petani semangka seperti kami,” terang Busono.

Sementara itu matan Kades Mayangan Sulimah, saat dikonfirmasi permasalahan TKD ini mengatakan dengan tegas.
” Warga menderita, akan saya perjuangkan bagaimanpun caranya. Menurut saya, yang dilakukan PJ yang baru menduduki posisi saya itu penuh ‘permainan’ yang membuat warga merugi dan sangat memberatkan “. jelas Sulimah.

Lebih lanjut sulima mengatakan, untuk memperjuangkan nasib para petani tersebut, dirinya akan berkoordinasi ketingkat Kecamatan bahkan Kabupaten.

” Saya akan sampaikan semua uneg uneg warga ke pihak kecamatan dan ketika ini tidak didengar, sebagai muara akhir, akan saya tempuh jalur ke pemerintah kabupaten agar permasalahan TKD ini ada titik temu dan segera selesai, sehingga pemerintahan desa bisa berjalan sebagai mana mestinya serta rakyat tidak merasa dirugikan ketika mengelola TKD untuk dibuat usaha “. tegas Sulimah.

Baca Juga  Lakalantas Terjadi Di Jalan Lintas Puger Gumuk Mas Jember, Ini Kronologinya ..!!

Dirinya juga mengatakan, bila pada dasarnya tidak ada permasalahan pribadi dalam masalah TKD tersebut, terlebih menurutnya jika berhubingan dengan keuntungan pribadinya.

” Dalam permasalahan TKD ini, sebetulnya tidak berhubungan sama sekali dengan saya, saya tidak diuntungkan juga tidak dirugikan, saya sekarang hanya rakyat biasa seperti rakyat yang lain. Namun ketika saya melihat dan mendengar ketidak adilan terjadi di desa saya, saya merasa tergerak rasa kemanusiaan saya untuk ikut menegakan keadilan “.ujar Sulimah dengan pandang mata yang tajam.

Imam Suroso SH (50) PJ Desa Mayangan, saat dikonfirmasi Senin 11 Januari 2021, terkesan enggan memberikan komentar.

” Sudahlah mas, semua sudah berlalu, apapun yang di ucapakan, apapun yang di lakukan ibu Sulimah, patut kita hargai “. ucap Imam dengan nada yang lembut.

Salah seorang Camat di wilayah Jember selatan, yang tidak boleh disebutkan namanya, ketika di minta pendapatnya tentang permasalahan TKD mengatakan, bahwa apa yang dilakukan oleh PJ, itu sudah benar.

” Keputusan seorang pejabat yang sudah purna tugas, itu sudah tidak berlaku, ketika PJ mengambil sebuah keputusan baru, selama tidak melanggar peraturan yang berlaku, itu dibenarkan “. katanya.

Oleh: D. Purwanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here