Pedagang Toko Dan Kaki Lima Yang Biasa Berjualan Di Sekitar Kawasan Shoping Kota Metro Demo Di DPRD, Ini Masalahnya..!!

0
413

Metro (BK) – Pedagang Toko dan kaki Lima Kota Metro gruduk beberapa Kantor di Pemkot Metro. Kedatangan mereka diawali dari Pengadilan Negeri, Pemda, Kejaksaan Negeri dan DPRD kota metro. Tujuannya untuk meminta keadilan tentang pengukuran tanah disekitaran shoping.
Senin (14/09/2020).

Turut hadir pula dari aparat, satuan polres dan Pol PP untuk mengamankan pendemo dari pedagang shoping kota metro. Untuk menyampaikan keluhan mereka.

dan akhirnya hanya wakil ketua DPRD saja yang hadir ditengah-tengah keluhan para pedagang toko dan pedagang kaki lima.

Wakil ketua DPRD Ahmad Kuseheni mengatakan, bahwa pedagang yang ada di shoping ingin menyampaikan adanya ketidak adilan.

Baca Juga  Wakil Gubernur Lampung Nunik Hadiri Muswil IX DPW PPNI Lampung di Kota Metro

“Pedagang bisa menyampaikan keluhannya di ruangan rapat DPRD, hanya perwakilan dari 10 pedagang saja. supaya keluhan mereka bisa tersampaikan. Dan hasil kesimpulan bersama 10 pedagang di ruangan DPRD akan terjun langsung kelapangan untuk memastikan keluhan-luhan pedagang agar DPRD tau masalahnya,” ucapnya.

menurut para pedagang, PT. Nolimac Jaya sudah memasang pagar proses pembangunan. Ketua Panguyuban, Sultan Fahri Herman mengungkapkan, bila para pedagang datang dari kantor pengadilan, Pemda, Kejari dan terakhir DPRD untuk menyampaikan keluhan dari pedagang yang ada di sekitaran toko shoping.

Baca Juga  Ketua Komisi I DPRD Kota Metro, Meminta Pemkot Awasi Pekerjaan Perbaikan Jalan Patimura

“Kita meminta informasi kepada PT. Nolimac Jaya menolak pembangunan diarea shoping, karena PT. Nolimac Jaya belum ada surat izin pembangunan yang ada diarea shoping. Pedagang yang kena dampaknya sekitar sampai 400 orang akibat pembangunan Nolimac jaya yang blom ada surat izin pembangunan,”ujar Sultan Fahri.

Oleh: E. Wahyu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here