KWT Desa Liman Benawi, Trimurjo Lampung Tengah Antusias Menyambut Kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

0
88
Foto, KWT Desa Liman Benawi, Trimurjo Lampung Tengah Antusias Menyambut Kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Foto, KWT Desa Liman Benawi, Trimurjo Lampung Tengah Antusias Menyambut Kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Lampung Tengah-(BK)- Puluhan emak-emak yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Liman Benawi, Trimurjo Lampung Tengah begitu Antusias Menyambut Kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sabtu (22/01/22), Ganjar Pranowo mengunjungi desa yang menjadi desa binaan Kagama itu untuk melihat pertanian yang dikembangkan KWT.

Ganjar menyempatkan diri melihat pertanian jagung yang dikelola KWT Liman Benawi. Di sana, ia dicurhati tentang sulitnya air saat musim kemarau.

Foto, Ganjar Pranowo di Trimurjo Lampung Tengah
Foto, Ganjar Pranowo di Trimurjo Lampung Tengah

“Pakai teknologi, nanti saya undang ke Jawa Tengah ya. Di sana ada teknologi pertanian yang keren menggunakan bioreaktor kapal selam,” kata Ganjar.

Tawaran itu langsung disambut antusias emak-emak itu. Bukan karena ingin belajar teknologi pertanian saja, mereka justru meminta Ganjar mengajak mereka wisata ke Borobudur.

“Sekalian wisata ke Borobudur ya pak, sudah lama kami pengen ke sana,” teriak mereka kompak.

Ganjar hanya tersenyum mendengar permintaan mereka. Namun Ganjar sangat senang, melihat semangat emak-emak yang berkecimpung di dunia pertanian.

“Ibu-ibu ini hebat, mereka tergabung dalam organisasi KWT. Mereka mengembangkan pertanian, teorinya sudah benar karena bisa mengelola dengan baik. Tapi tadi cerita ada kendala, maka saya tawarkan bagaimana kalau masalah itu diselesaikan menggunakan teknologi pertanian,” ucap Ganjar.

Foto, Ganjar Pranowo Liat Tanaman Jagung di Trimurjo Lampung Tengah
Foto, Ganjar Pranowo Liat Tanaman Jagung di Trimurjo Lampung Tengah

Ganjar berniat mengundang emak-emak KWT itu ke Jateng karena di Pati ada teknologi Bioreaktor Kapal Selam. Teknologi itu bisa digunakan untuk mengatasi persoalan air.

“Jadi area-area yang kekurangan air bisa dipakai teknologi ini. Bagaimana memanfaatkan sampah kemudian diolah jadi bio gas, kemudian energinya untuk menggerakkan pompa penyedot air. Pupuk dan residu yang dihasilkan juga bisa dipakai untuk menyuburkan tanah,” jelasnya.

Menurutnya, teknologi itu tidak terlalu rumit. Jika teknologi itu bisa diadopsi oleh KWT di Liman Benawi, maka persoalan kesulitan air bisa teratasi.

“Makanya saya mau undang ibu-ibu KWT ini ke Jawa Tengah, untuk belajar di sana,” tutupnya.

Tak hanya mengunjungi pertanian yang dikembangkan KWT, di desa Liman Benawi itu Ganjar juga melihat sentra pengembangan aglonema yang dikelola masyarakat. Ganjar juga mampir ke puskesmas pembantu untuk melihat bakti sosial pemeriksaan ibu hamil. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here