Diduga Nyambi Jual Narkoba, Oknum ASN Di Menggala Terancam Dipecat Dan Jalani Proses Hukum Di Polres Tulang Bawang

0
706

Tulang Bawang (BK) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnakoba) Polres Tulang Bawang, berhasil menangkap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nyambi menjadi Bandar Narkotika.

Kasat Narkoba AKP Boby Yulfia, SH, MH mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK mengatakan, oknum ASN tersebut ditangkap hari Kamis (30/04/2020), sekira pukul 14.30 WIB, di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Bawang Latak, Kecamatan Menggala.

“Identitas pelaku berinisial SO (38), berprofesi PNS, warga Jalan Cemara, Komplek Pemda Lama, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar AKP Boby, Selasa (05/05/2020).

Lanjutnya, penangkapan terhadap oknum ASN ini bermula saat petugas yang sedang melakukan penyelidikan tindak pidana narkotika, mendapatkan informasi dari warga bahwa di Jalintim, Bawang Latak sering dijadikan tempat bertransaksi narkotika.

Baca Juga  Pelaku Curanmor Tunggal Lintas Kabupaten Akhirnya Dibekuk Satres Polres Tulang Bawang..!!

“Berbekal informasi tersebut, petugas kami langsung berangkat menuju ke lokasi seperti yang disebutkan oleh warga. Disana petugas kami menemukan seorang laki-laki dengan gerak-gerik yang mencurigakan, dan langsung dilakukan penggeledahan badan terhadap laki-laki tersebut.” kata Boby.

Dari Penggeledahan badan, Hasilnya ditemukan barang bukti (BB) berupa tiga bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2,37 gram, kotak kecil berwarna hitam yang terbuat dari kaleng, lima buah plastik klip kosong, sendok sabu (skop), uang tunai sebanyak Rp. 950 Ribu, handphone (HP) merk xiaomi warna gold dan HP merk nokia warna hitam.

“Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang, dan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.”ungkapnya.

Baca Juga  Standar Pencegahan Covid 19 Tetap Diberlakukan Polres Tulang Bawang, Saat Kedatangan Rombongan Santri Dari Jatim

Untuk ancaman, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan paling banyak Rp. 10 Miliar.

Oleh: Rahmat/rls.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here