Bupati Tanggamus Ingatkan Kader Posyandu Prihal Stanting Saat Salurkan Insentif..!!

0
40

Tanggamus (BK) – Bupati Hadiri  Penyerahan Insentif Kader Balita dan Kader Lansia di Puskesmas Bulok Kecamatan Bulok Senin, (12/9/ 2022).

Hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bulok, Kepala UPTD Puskesmas Bulok, Para Kakon dan Aparat Pekon Se-Kecamatan Bulok, serta tentu saja Para Tenaga Kesehatan dan Kader Posyandu penerima insentif.

Bupati Tanggamus, Dewi Handajani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh Kader Posyandu di Kabupaten Tanggamus, ” khusus hari ini Kader Posyandu di Kecamatan Bulok. Seperti kita tahu, Tugas dari para kader cukup berat, karena para kader harus mampu memberikan informasi atau penyuluhan dan pelayanan kesehatan berupa kecukupan gizi dan KIA (Kesehatan
Ibu dan Anak) pada sasaran Posyandu serta tugas lainnya.”ucap Dewi.

Bupati menyampaikan, jika di Kabupaten Tanggamus saat ini terdapat 1.091 Posyandu, yang terdiri dari 691 Posyandu Balita dan 400 Posyandu Lansia, serta jumlah kader sebanyak 4.989 orang.

Sementara untuk Kecamatan Bulok sambung Bupati, yang akan dibagi insentif pada hari ini berjumlah 190 kader posyandu, berasal dari 29 posyandu balita dan 10 Posyandu Lansia diseluruh Pekon Se-Kecamatan Bulok. Adapun besaran Insentif per Kader yaitu Rp.60.000,- per bulan. Dan pada hari ini akan dibagi 4 bulan sekaligus, sehingga secara total para kader akan menerima insentif sebesar Rp.240 ribu/orang.

“Bunda berharap, dengan diserahkannya Insentif Kader Posyandu sebagai salah satu wujud 55 Aksi Bupati, maka pelayanan kepada masyarakat khususnya ibu hamil, anak balita dan lansia semakin
maksimal, harapannya dengan insentif ini dapat bermanfaat dan memotivasi kader untuk tetap aktif membantu dalam penyelenggaraan Posyandu, sehingga dapat mempertahankan upaya-upaya
pemberdayaan kader posyandu dan kaum perempuan, sebagai kader Posyandu di Kabupaten Tanggamus bukan hanya sekedar ada, tapi harus mampu menunjukkan kapasitasnya dalam melayani dan memberikan informasi yang tepat terhadap kesehatan dan kecukupan gizi anak, ibu hamil dan menyusui.”harap Bupati.

Bunda Dewi mengingatkan, bila Prevalensi stunting di beberapa Pekon di Kabupaten Tanggamus masih cukup tinggi, sehingga dibutuhkan peran semua sektor dalam penanganannya.

“Karena stunting memiliki dampak buruk yaitu selain tubuh anak yang pendek, perkembangan otak
anak akan menurun sebanyak 30% dibandingkan anak yang normal, sehingga pencegahan dan penanggulangannya membutuhkan peran dari berbagai
sektor secara aktif, termasuk para ibu-ibu kader PKK dan kader Posyandu.”tegasnya.

Oleh: Sapriadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here