Astaghfirullah, Guru Honorer Di SDS Hidayatullah Rengas Cendung Menggala Hanya Terima Gaji 25 Ribu Rupiah Saja Selama Satu Bulan Mengajar..!!

0
428

Tulang Bawang (BK) – Dampak Pandemi Covid 19 pengaruhi penghasilan para dewan guru. Namun bukan bagi mereka yang memang telah menjadi ASN atau Honorer yang mengajar di Sekolah Plat Merah.

Kekecewaan sekaligus yang sangat merugikan para guru Honorer, sangat dirasakan oleh mereka yang mengajar sejak lama di Sekolah sekolah Swasta atau Yayasan. Guru Honorer yang harus gigit jari,  disalah satunya yang mengajar di SDS Hidayatullah Rengas cendung, kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang.

Pasalnya, menurut para guru tersebut, mereka terpaksa mengundurkan diri dan meninggalkan pekerjaan mereka, dari SDS Hidayatullah, lantaran adanya kebijakan baru yang diambil oleh pihak Yayasan dan Sekolah tersebut, yang dinilai merugikan mereka. Untuk diketahui, Pemilik Yayasan yakni, Sadarwadi, sementara Kepala Sekolah, Asep Mulyana.

Salah satu kebijakan yang diduga merugikan guru honorer dan memaksa mereka keluar, adalah upah atau gaji yang di terima tidak sesuai dengan sebelumnya, yakni hanya dibayar sebesar Rp.25.000 s/d Rp.35.000 Perbulannya.

“Kami sebulan itu hanya menerima gaji berpariasi, ada yang Rp.35.000 dan ada juga yang hanya Rp.25.000/bulan, padahal gaji kami dalam sebulan ratusan ribu bahkan ada yang hampir jutaan. tentu kami sangat merasa di rugikan, padahal kami para guru aktif mengajar meski hanya di rumah, karna kondisi Covid 19 ini kan belum di perbolehkan belajar tatap muka.”ujar beberapa para guru honorer Hidayatullah yang telah mengundurkan diri tersebut.

Baca Juga  Bupati Winarti Hadiri Pisah Sambut Dandim 0426/TB Di Makodim Setempat..!!

Munculnya gaji puluhan ribu dalam sebulan tersebut, di terangkan beberapa para guru honorer saat mengadukan nasib mereka di kantor Media Global Group pada, Kamis (7/1/2021). Menurut informasi dari mereka, pihak yayasan hanya membayarkan honor tersebut, lantaran  tidak Full dalam sebulan melakukan Fingerprint sebagai alat untuk absensi di sekolah Hidayatullah. Sementara menurut mereka, mengajar sejauh ini tetap mereka lakukan, dengan adanya gaji yang mereka terima hanya puluhan ribu itu, dinilai tidak masuk akal, jika alasan pihak sekolah hanya karena permasalahan fingerprint ditengah covid 19. “Bagaimana tidak masuk akal, karena kondisi Covid 19 ini kan semua sekolah belum di perbolehkan mengajar tatap muka secara langsung, hanya ketika waktu kami piket di sekolah baru kami melakukan Fingerprint atau absen.”terangnya.

Baca Juga  Polemik Proyek Simpang Penawar Tuba Dibahas Dalam Tolkshow D'GAS, Sayang Pihak Dinas PU Yang Diundang Tak Hadir, Wah Aneh Ada Apa..??

Untuk itu mereka berharap, agar pihak sekolah dapat memiliki kebijakan logis, jika menerapkan aturan. Mereka meminta pihak sekolah memberi honor sesuai dan disamakan dengan guru guru yang lain disekolah tersebut.

“Kami hanya berharap gaji kami para guru honorer Hidayatullah, bisa di sama ratakan dengan guru lain yang menerima gaji utuh, dan jalankan kebijakan sebagaimana mestinya , karena kami ini bekerja berbulan-bulan, butuh juga untuk kebutuhan sehari-hari di rumah, terlebih di masa Pandemi. Dan satu lagi pesan kami kepada yayasan Hidayatullah, agar di evaluasi para pemimpinnya, agar tidak terjadi lagi hal-hal yang amat merugikan para guru honorer seperti yang kami rasakan saat ini.”harapnya.

Oleh: Tim MGG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here