347 Warga Binaan Di Lapas Kelas II A Kota Metro Peroleh Remisi Hari Kemerdekaan Di Hut RI Ke 75..!!

0
163

Kota Metro (BK) – Momen datang dari Narapidana di Lapas kelas II A Kota Metro Pasalnya, bersamaan HUT Kemerdekaan RI ke-75, sebanyak 347 orang Narapidana mendapatkan remisi umum dari kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.

Hal itu disampaikan Kepala Lapas kelas II A Metro, Ade Kusmanto dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-75 dan pemberian remisi kepada para napi di lingkungan Lapas setempat, Senin (17/08/2020)

Momen HUT RI Ke 75 DiLapas Kelas IIA Metro, dihadiri Langsung oleh Wakil Walikota Metro Djohan, Dandim 0411/Lt metro Letkol.Inf Andri Hadiyanto, Kapolres Metro AKBP. Retno Prihawati, Kejari Metro, Forkopimda metro, dan jajarannya.

Dihadapan wakil wali kota Metro, Forkopimda, Dandim, Polres dan tamu undangan yang hadir dalam acara, Ade menjelaskan tentang bagaimana para napi mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan tersebut.

Diterangkannya bahwa, warga binaan yang mendapat remisi HUT RI atau remisi umum ini, merupakan mereka yang telah memenuhi syarat, yakni berkelakuan baik dan telah menjalani masa tahanan lebih dari 6 bulan.

Baca Juga  WBP Lapas Kelas IIA Kota Metro Rayakan 1 Muharram 1442 H Dan Harlah Nyantri Lastro At-Taubah Dengan Menggelar Tabligh Akbar..!!

“Total keseluruhan napi 347 orang yang mendapat remisi umum dari 327 orang ditambah 20 para napi mutasi pindahan dari lapas-lapas sekitar Lampung. Diantaranya, pidana Kriminal sebanyak 274 orang dan Narkoba PP99 jumlahnya 73 orang, mereka semua telah memenuhi syarat untuk mendapat remisi,” ungkapnya Ade.

Selaku Kalapas, dirinya berharap agar kelakuan baik para napi dapat dipertahankan. Meskipun sedang menjalani pidana, karya-karya mereka tetap dibutuhkan oleh masyarakat. Dia ingin Lapas Metro seperti Narapidana yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti tayangan secara virtual sebelumnya. Dimana karya-karya mereka bisa menembus pasar Internasional yang dibawa Menkumham RI.

“Mudah-mudahan ada hasil karya napi di Lapas Metro yang dapat menambah citra positif pemerintah kota Metro,” ujarnya Ade.

Menyinggung masa pandemi Covid-19, program yang selama ini tidak jauh dari program Dandim dan Polres Metro, “yaitu bagaimana mencegah terjadinya wabah Covid-19 di Lapas. Suatu kebanggaan bagi dirinya selaku kelapas atas apresiasi dari Menkumham sebagai Lapas yang mendapat penghargaan cepat tanggap dalam mencegah Covid-19 di wilayah Lapas kota Metro.

Baca Juga  Kalapas Kelas II A Kota Metro Ingatkan Para Warga Binaan Dan Sipir Untuk Patuhi Protokol Kesehatan..!

Kemudian, seperti ditayangkan sebelumnya, Lapas Metro sedang diusulkan untuk meraih predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). “Dimana para petugasnya dituntut untuk menjadi birokrat yang baik dalam melayani publik, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan,” tuturnya.

Sementara itu, Menkumham RI Yasonna Laoly secara virtual mengatakan bahwa, saat ini lapas atau rutan se-Indonesia dalam kondisi kelebihan penghuni dan 100 persen menjadi lokasi utama rentan penyebaran Covid-19. Sehingga dilakukan kebijakan asimilasi secara integritas bagi tahanan.

“Program asimilasi dirumah, terintegritas bagi narapidana dilaksanakan secara selektif dan ketat serta memegang prinsip kehati-hatian. Perlu diingat bahwa, dalam program ini tidak ada pungutan biaya apapun,” pungkasnya.

Oleh: E.wahyu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here