Orang Tua Korban Pencabulan Anak Dibawah Umur Kota Metro Mengaku Telah Berdamai Tapi Hasil Perdamaian Belum Diberikan..!!

0
1019

Kota Metro (BK) – Terkait pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur di Kota Metro yang diberitakan sebelumnya, Pengacara berinisial AH yang diberi kuasa oleh pihak keluarga korban, diduga telah melakukan perdamain kepada pihak keluarga pelaku, pada hari rabu 23 September 2020 yang lalu.

Namun mirisnya, setelah masalah ini dianggap selesai, keluarga korban sampai detik ini belum menerima hak-hak mereka, seperti kartu keluarga, ijazah korban, KTP Korban, Akte kelahiran korban, sertipikat tanah pekarangan( sebagai jaminan) saat AS orang tua korban meminjam Uang, dan sebagainya dari kuasa hukum Pengacara.

Diketahui AS selaku orang tua korban memiliki penglihatan yang kurang jelas, sehingga tidak dapat melihat dan membaca surat menyurat yang telah Ia tanda tangani.

AS orang tua IT selaku korban, saat ditemui awak media di kediamannya menceritakan, saat terjadinya penyelesaian atau perdamaian di kediaman Kuasa Hukumnya (Pengacara) yang disaksikan oleh pihak keluarga pelaku dan pihak keluarga korban.

“Pertama saya ngadep, kerumah kuasa hukum saya , keluarga termasuk orang tua RL, sebagai tersangka, masih ada disitu, lalu saya disuruh tanda tangan, yang isinya Cop Surat yang berisikan PERDAMAIAN, saya pun tidak memegang surat perdamaian itu, semua dipegang oleh Kuasa Hukum saya, setelah selasai tanda tangan surat-surat perdamaian, lalu orang tua tersangka RL pun meminta maaf kepada saya lalu berjabatan tangan,” ungkap AS pada Jumat(2/10/2020).

Lebih lanjut AS mengatakan, bila AH yang diakui sebagai kuasa hukumnya itu menyebut bila segala permasalahan telah selesai. ” lalu AH bilang ke saya bahwa sudah damai, sertipikat sudah kembali, yang mana sertifikat tersebut adalah sertifikat tanah perkarangan, untuk jaminan pinjaman di koperasi yang ada di metro, dan dari perdamaian itu, hutang saya mau di lunasi, dan mendapatkan tali asih, namun tali asihnya seperti apa saya tidak tau,” ucapnya AS.

Baca Juga  Jelang Hari Bhayangkara Ke-74, Satpolair Polres Tulang Bawang Berbagi Dengan Masyarakat Pesisir

Masih dikatakan AS, dari apa yang telah disebutkan AH, hingga kini dirinya belum menerima apapun.”Namun sampai detik ini, saya belum menerima hak-hak saya dari Kuasa Hukum saya,” ungkap AS sebagai orang tua korban IT.

Sementara jika dihitung sejak dilakukannya penandatanganan perdamaian pada tanggal 23 September 2020, hingga kini 2 Oktober 2020, maka sudah 9 Hari berlalu.

Atas masalah yang menimpa putrinya IT, AS  berharap agar permasalahan ini cepat selesai tanpa berlarut-larut, dan anaknya IT, kembali ceria seperti dahulu lagi. “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran buat anak saya agar dikemudian hari lebih berhati-hati lagi,”kata AS pasrah.

Diberitakan sebelumnya, Maraknya kejahatan di Indonesia terus berkembang, salah satunya kejahatan Seksual, seperti yang terjadi di Kota Metro, Provinsi Lampung, (29/09/20).

Lagi-lagi Anak dibawah umur menjadi target dan mangsa laki-laki hidung belang, demi memuaskan nafsu bejatnya, Laki-laki ini tidak pandang usia, meskipun korbannya masih dibawah umur, tetap saja ia lakukan, kejadian tersebut terjadi pada hari kamis, 20 Agustus 2020 lalu, sekira pukul 11:00 Wib, di salah satu Hotel yang berada di Ganjar Agung, Kota Metro.

Diketahui laki-laki yang diduga pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut berinisial RL (35), warga Kota Bumi yang berdomisili saat ini (Ngontrak) di Kota Metro, yang mana RL, adalah Oknum karyawan Koperasi Jejamo Jaya Abadi Kota Metro.

Baca Juga  Tim Jokowi Kerja (Joker) Way Kanan Lakukan Investigasi Penggunaan DD Di Desa Way Pisang, Wow.. Ini Temuannya..!!

Korban adalah IT (14), adalah Putri dari (AS) warga Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

IT yang baru saja naik ke kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), mengaku kepada orang tuanya, bahwa telah dilecehkan (Diperkosa) oleh RL, karyawan koperasi yang sering menagih kerumahnya.

IT dengan rasa takut menceritakan, bila terpaksa menuruti kemauan RL karna di ancam oleh RL, sehingga IT yang masih lugu inipun terpaksa untuk menemuinya di salah satu hotel yang ada di Kota Metro, sehingga terjadilah dugaan pencabulan dalam hotel tersebut.

Mendengar pengakuan anaknya, AS selaku ayah korban seketika itu langsung syok dan terdiam, dikarnakan AS memiliki hutang kepada Koperasi Jejamo Jaya Abadi terdebut.

Pada akhirnya orang tua korban AS, mengadu dan meminta bantuan hukum kepada salah satu pengacara, yang ada di Kota Metro, untuk memberikan pendampingan hukum kepadanya untuk melaporkan RL, ke Mapolres Kota Metro.

Oleh: E. Wahyu.

Untuk lebih lengkapnya baca juga link berita dibawah ini..!!

Orang Tua Berhutang Dengan Rentenir, Anak Jadi Korban Cabul Penagih Hutang, Ini Kronologinya..!!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here