Nasib Nasabah Bank Mekkar Yang Telah Mengakar Di Way Kanan, Ditengah Pandemi Covid 19 Butuh Perhatian Pak Bupati!!!

0
1341

Way Kanan (BK) – Ketergantungan masyarakat way Kanan atas keberadaan dan pinjaman mereka ke Bank Keliling atau biasa disebut Koperasi, atau bahkan sebagian warga Way Kenan lebih mengenal dengan istilah Bank Mekkar cukup dirasa membantu perekonomian mereka.

Akan tetapi, dampak buruknya bagi warga yang terpaksa berurusan dengan Bank Mekkar tersebut, manakala warga harus dihadapkan dengan jatuh tempo pembayaran cicilan yang disepakati, sementara mereka belum bisa mencicilnya.

Terlebih dengan situasi seperti saat ini, dimana warga dipaksa harus mengisolasi diri dirumah masing masing akibat Covid 19, sehingga berpengaruh dengan pendapatan dan ekonomi warga.

Seperti yang dikeluhkan oleh warga Kasui, salah satu nasabah Bank Mekkar Kasui Way Kanan. Kepada beritakharisma.com, Perawati mengatakan, bila dirinya mewakili nasabah Bank Mekkar yang lain, sebenarnya bukan tidak mau bayar angsuran mereka ke Bank Mekkar, sebab sudah tanggung jawab mereka sebagai nasabah untuk membayar angsuran lantaran terlanjur meminjamnya.

“Disini kami hanya meminta keringanan waktu untuk pembayaran angsuran. Kalau bisa sampai kami bisa beraktivitas seperti biasanya, tapi kalau kami harus dipaksa bayar angsuran dengan keadaan seperti ini, jujur kami tidak sanggup, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kami bingung. Beras saja kami ngutang agar bisa makan, apa lagi penghasilan kami dari tani karet,  harga getah karet disini 3.000 rupiah perkilonya. Bahkan ada beberapa kampung, yang getah karet nya gak ada yang mau beli. Gimana kami mau bayar angsuran kalau keadaan kayak gini,” keluh Perawati.

Atas dasar itu, Perawati dan Nasabah lain yang terlanjur memiliki cicilan berharap kepada pihak Bank Mekkar, agar bisa mendapat keringanan waktu dan tidak dipaksa membayar oleh penagih.

“Harapan kami kepada pihak Bank Mekkar sebagai nasabah, meminta keringanan waktu saja, sampai keadaan seperti semula. Disini kami tidak ada maksud memojokkan pihak Bank Mekkar dan kami sebagai nasabah mengharapkan pihak Bank dapat ikuti Maklumat Presiden, apa lagi kita ketahui bersama, Presiden sudah mengeluarkan maklumat terkait angsuran atau cicilan di bawah Rp10 miliar dihentikan selama 1 tahun. Begitu juga dengan aturan yang sudah di keluarkan OJK, akan tetapi pihak Bank Mekkar tidak perduli dengan semua itu,” ketusnya.

Baca Juga  WAW..!! Ngaku Kabid Humas Polda Lampung, Napi Dalam Sel Tahanan Tipu Kepala Pekon

selanjutnya Perawati menjelaskan, bahwa ia sempat telah menyampaikan maklumat presiden itu ke pihak Bank, namun hal itu dibantah oleh pihak bank dengan dalih, jika Way Kanan belum memasuki zona merah.

“Sedangkan kami telah sampaikan kepada pihak Bank Mekkar mengenai maklumat dari presiden, tapi mereka bilang wilayah kami belum masuk zona merah. Walaupun belum masuk zona merah dampaknya justru sudah kami rasakan,” kata Dia.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala area Bank Mekkar Way Kanan yang enggan disebut namanya pada beritakharisma.com justru berdalih, kalau untuk keluhan nasabah sudah disampaikan ke kantor pusat.

“Saya hanya menjalankan tugas pak, makanya saya menagih, sebab belum ada surat resmi baik itu dari Kementerian BUMN, Presiden, dan dari Bank pusat kami, untuk menghentikan penagihan terkait dampak corona ini.” singkatnya.

Untuk dijadikan catatan, jika pihak koperasi atau Bank Keliling yang biasa disebut warga Kasui sebagai Bank Mekkar dapat memberikan pinjaman pada warga berpariatif, mulai dari pinjaman Satu Juta hingga mencapai 25 Juta Rupiah.

Syarat sendiri hanya cukup menunjukan dan memberikan Copy Kartu Keluarga dan KTP calon nasabah. Selanjutnya jika telah Di Acc dan dapat pinjaman, sesuai kesepakatan, peminjam diminta mencicil dengan tempo waktu, bisa perpekan, per Dua Pekan atau sesuai yang disepakati.

Baca Juga  Cegah Penyebaran Corona, Dishub Lamsel Kembali Lakukan Spraying Disinfektan Di Ruas Jalan Lintas Jati Agung

Mestinya, keberadaan Bank Keliling atau mengatasnamakan Koperasi ini menjadi perhatian khusus dari Pemerintah daerah, karena biasanya pemodalnya adalah perseorangan dan memiliki kaki tangan atau jaringan yang bertugas dilapangan, dan menawarkan pinjaman ke calon nasabah mereka, dengan peresentase dan gaji. Namun dilapangan kaki tangan pemodal menawarkan pinjaman dengan Bunga Hingga 30 persen. Bila dirasa nasabah mereka tidak tepat waktu membayar, maka segala macam upaya dilakukan, termasuk memberikan ancaman psikis kepada nasabahnya.

Sementara Karena terdesak, warga terpaksa pula meminjam dengan alasan kebutuhan, disamping itu syarat pun terbilang mudah, cukup memberikan salinan Kartu Keluarga dan KTP saja sudah bisa dapat pinjaman yang diinginkan, berbeda dengan Bank Konvensional yang terbilang ribet dan harus disertakan jaminan. Terlebih seperti kondisi ditengah pandemi covid 19 seperti saat ini, disisi lain, nasabah yang merupakan warga Way Kanan, diminta berdiam diri dirumah dan mengurangi aktifitas mereka diluar. Namun para nasabah seperti Perawati dan warga lain, dipusingkan dengan cicilan mereka yang harus dibayar. Mirisnya harga jual hasil bumi dan hasil pertanian diwilayah itu anjlok dipasaran. Lantas kemana lagi mereka mengeluh selain kepada pihak Bank Mekkar dan Para Pemimpin Daerah mereka, apakah keluhan mereka ini tidak dapat di tangani oleh para Pejabat setempat?..!!.(R. Mulia/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here